Sabtu, 03 Maret 2012

Rokok dan Kesehatan

Pada umumnya, para perokok tidak percaya bahwa mengisap rokok dapat merugikan kesehatan mereka. Mereka membantah bahwa orang yang sehat pun dapat terkena kanker paru-paru. Para perokok beranggapan bahwa merokok dalam beberapa tahun tidak berdampak terhadap kesehatan tubuh. Kebiasaan merokok saat ini sudah mulai melanda remaja, bahkan anak-anak pun banyak yang menjadi korban. Beberapa remaja mulai merokok untuk coba-coba, sedang yang lain percaya bahwa rokok merupakan simbol kedewasaan. para pecandu rokok biasanya yakin bahwa rokok dapat meringankan ketegangan, depresi, dan kebosanan. Mereka yang mencoba untuk berhenti merokok biasanya mengalami gejala perlawanan dari tubuh mereka. Gejala tersebut seperti adanya keinginan kuat untuk merokok lagi, sulit tidur, mudah marah, mati rasa pada tangan dan kaki, serta tidak mampu berkonsentrasi.

Asap sigaret mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia, di antaranya sebagai berikut.

1. Nikotin
Nikotin merupakan senyawa kimia yang menyebabkan banyak masalah kesehatan, antara lain otak atau indra bekerja lamban, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, serta darah mudah membeku.

2. Karbon monoksida (CO)
CO mampu menurunkan efisiensi sel-sel darah merah dalam mentranspor oksigen dan meningkatkan timbunan subtansi lemak pada dinding dalam pembulu arteri. Selain itu, CO berpotensi meningkatkan terjadinya penggumpalan darah dan penutupan pembuluh darah.

3. Tar
Tar merupakan substansi berwarna cokelat, lengket, dan biasa terakumulasi di dalm paru-paru selama merokok. Tar mengandung banyak senyawa kimia penyebab kanker (karsinogenik).